Cintaku Bundaku

Program penggalangan dana dan pembangunan gua Maria untuk paroki/stasi yang belum memiliki gua Maria dan merindukannya. Diluncurkan pada tahun 2021 saat YANA Conference 2021, kini sudah 7 gua Maria yang dibangun dan diresmikan. Mulai tahun 2027, Komunitas YANA berencana membangun 10 gua Maria yang baru.

Cintaku Bundaku : Persembahan Kasih Single Mom Katolik

Gua Maria adalah tempat yang sangat familiar dan sungguh berarti. Di sinilah, tersimpan banyak curahan hati, jeritan, tangisan, kepiluan. Di sini pula lahir doa dan mukjizat, berkat pendampingan Bunda Maria. Kita bersyukur karena sebagian besar dari paroki terutama di kota-kota besar, memiliki Gua Maria sebagai tempat kita menepi, menenangkan diri dan berdoa. Namun, ternyata sejumlah paroki atau stasi terpencil di luar pulau Jawa belum memiliki Gua Maria.

Cintaku Bundaku lahir dari kerinduan para single mom Katolik di Komunitas YANA untuk berbagi dari kekurangannya agar bisa memberkati paroki atau stasi yang belum punya gua Maria. Bagi single mom katolik, figur Bunda Maria sangatlah dekat, inspiratif sekaligus teladan. Bunda Maria juga dikenal sebagai seorang single mom mendampingi Yesus dan tetap setia pada panggilan Tuhan.

Tata Cara Pengajuan Donasi Cintaku Bundaku
  • Paroki/Stasi belum memiliki gua Maria di dalam kompleks gereja atau kapela (gua Maria belum ada, bukan pula dalam bentuk renovasi)

  • Paroki/Stasi memiliki umat yang berdevosi pada Bunda Maria dan rindu ingin memiliki gua Maria

  • Paroki/Stasi belum menggalang dana untuk pembangunan gua Maria

  • Paroki/Stasi telah memiliki lahan untuk pembangunan gua Maria

Ajukan pembangunan gua Maria di stasi/paroki Anda dengan mengisi form berikut ini:

Gua Maria Cintaku Bundaku

Terima kasih kepada seluruh donatur, termasuk sista anggota Komunitas YANA, yang telah dengan penuh cinta dan sukacita memberikan persembahan kasih sehingga program Cintaku Bundaku ini dapat terus berjalan dan memberkati paroki atau stasi terpencil yang merindukan gua Maria sebagai tempat untuk berdoa kepada Bunda Maria yang mencintai kita anak-anaknya.

Gua Maria Cintaku Bundaku
Bongi Bura

Gua Maria yang pertama dibangun dari program Cintaku Bundaku ini, dicetuskan idenya oleh Romo Hibertus Hartono, MSF (romo moderator pertama Komunitas YANA). Terletak di tepi pantai Lato yang sangat indah, terutama di saat matahari tenggelam. Berdasarkan legenda dan tradisi, Bunda Maria dipercaya umat sebagai Bunda pemberi rejeki.

Paroki Santa Perawan Maria La Salette, Lato (Keuskupan Larantuka, Nusa Tenggara Timur)

Gua Maria Lourdes
Cintaku Bundaku

Paroki Santo Mikael, Nunang (Keuskupan Ruteng, Nusa Tenggara Timur)

Gua Maria ini dibangun di tepi danau geotermal purbakala, Sanonggoang, di Ruteng, NTT. Selama puluhan tahun, paroki ini tidak memiliki gua Maria, meskipun gereja telah berdiri. Pada tahun 2023 lalu, Gua Maria ini diresmikan dan umat yang rindu kini bisa berziarah dan berdoa di gua Maria yang cantik ini.

Gua Maria Ratu Rosario
Cintaku Bundaku

Stasi Hati Kudus Yesus, Desa Sukan (Keuskupan Tanjung Selor, Kalimantan Timur)

Stasi Hati Kudus Yesus di desa Sukan, Kalimantan Timur, memiliki umat yang hampir semuanya berasal dari Nusa Tenggara Timur sehingga sentuhan budaya Timur sangatlah kental. Gereja di stasi ini belum selesai karena keterbatasan dana, namun gua Maria Cintaku Bundaku sudah bisa diselesaikan dahulu, seakan menjadi gambaran Bunda Maria membuka jalan. Bersamaan dengan peresmian gua Maria ini pada bulan Juni lalu, akhirnya melalui dukungan Youtube channel Bible Learning with Fr Josep, gereja di stasi ini mendapatkan donasi sehingga dapat menyelesaiakan pembangunannya.

Gua Maria Cintaku Bundaku

Ibu Marganingsih

Stasi Buntu, Desa Buntu, Wonosobo - Jawa Tengah Paroki/Gereja Katolik Santo Paulus Wonosobo (Keuskupan Purwokerto)

Gua Maria yang berlokasi di Gereja Katolik Ibu Marganingsih, Stasi Buntu, resmi diberkati dan diresmikan oleh Uskup Keuskupan Bogor, Mgr. Christophorus Tri Harsono, bersama RP Matheus Widyolestari, MSC selaku Pastor Paroki Santo Paulus Wonosobo. Nama "Marganingsih" memiliki arti yang mendalam. Kata "marga" berarti "jalan" dan "ningsih" berarti "kasih", sehingga Marganingsih dapat diartikan sebagai jalan mengalirnya kasih, rahmat, dan karunia Tuhan. Desa Buntu dikenal luas sebagai “Desa Pancasila” karena menghidupi nilai-nilai toleransi secara nyata. Di sini, masyarakat dari berbagai latar belakang agama—Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha —hidup berdampingan dengan damai. Mereka bukan hanya saling menghormati, tetapi juga saling menolong dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran Gua Maria di tengah desa ini menjadi simbol persaudaraan dan keharmonisan lintas iman yang sudah mengakar kuat di Buntu.

Gua Maria Cintaku Bundaku
Molas Koe

Gua Maria ke-5 yang dibangun melalui penggalangan dana Cintaku Bundaku diresmikan pada 25 September 2025 dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin Romo Vikep Pastor Yerem Bero, SVD bersama sekitar 1000 umat yang hadir.

Gua ini terletak seitar 1 kilometer dari Kapela Stasi Santo Markus Wol.

Stasi Markus - Wol, Paroki Santa Teresia Kalkutta - Datak (Keuskupan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur)

Taman Doa Hati Tersuci Maria Cintaku Bundaku

Paroki Sumbul (Keuskupan Agung Medan, Sumatra Utara)

Gua Maria pertama yang dibangun di pulau Sumatra oleh Komunitas YANA ini, terletak di dalam kompleks Gereja Paroki Beato Dionysius, Sumbul, di daerah Dairi, Sumatera Utara. Gua Maria berdiri tepat di samping Gereja paroki Sumbul yang memiliki arstitektur sangat unik, khas budaya Batak PakPak. Itulah sebabnya paroki ini dikenal sebagai salah satu paroki dengan Gereja Inkulturasi.

Gua Maria diresmikan pada bulan November 2025 oleh Bapa Uskup Kornelius Sipayung, Uskup Agung Medan.

Gua Maria Diangkat ke Surga Cintaku Bundaku

Stasi Kinali, Paroki Pasaman Barat Gereja Keluarga Kudus, (Keuskupan Padang)

Gua kedua yang dibangun di pulau Sumatra oleh Komunitas YANA ini terletak di wilayah Stasi Kinali, di daerah Padang Canduh, Kinali, Sumatra Barat. Stasi ini merupakan bagian dari Paroki Keluarga Kudus Pasaman Barat, Keuskupan Padang.

Perayaan Ekaristi untuk memberkati dan meresmikan gua Maria ini diawali dengan perarakan Patung Maria Cintaku Bundaku dengan nuansa Jawa karena umat di stasi ini memang merupakan para transmigran dari pulau Jawa.

Gua Maria diresmikan oleh Bapa Uskup Vitus Rubianto Solichin, Uskup Keuskupan Padang.

Persembahan Kasih Cintaku Bundaku

Mari wujudkan impian umat Katolik di paroki atau stasi terpencil yang merindukan hadirnya gua Maria

Ingin bergabung sebagai anggota?

Jika Anda seorang single mom katolik berusia maksimal 60 tahun, baik yang suaminya meninggal dunia atau pun telah bercerai dari suami dan memiliki atau tidak memiliki anak, serta rindu untuk bertumbuh dalam iman dan kehidupan berkomunitas, juga mau belajar saling melayani, Anda dapat bergabung bersama Komunitas YANA. Langkah pertama, silahkan isi biodata dengan klik kotak di bawah ini:

Let's get connected

© created and developed by Fanny Rahmasari. 2024. All rights reserved.